Kampung Lesan Dayak, yang terletak di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, merupakan salah satu kampung yang masih memegang teguh nilai-nilai adat dan budaya warisan leluhur suku Dayak. Di tengah arus modernisasi dan kemajuan teknologi, masyarakat Lesan Dayak terus berupaya menjaga keaslian adat istiadatnya sebagai identitas dan kebanggaan bersama.
1. Warisan Leluhur yang Bernilai Tinggi
Budaya adat Lesan Dayak mencerminkan cara hidup yang harmonis dengan alam. Kearifan lokal seperti menjaga hutan, sungai, dan lahan pertanian diwariskan turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi juga filosofi hidup yang mengajarkan keseimbangan antara manusia dan alam.
2. Upacara Adat dan Kegiatan Sosial
Berbagai upacara adat masih dijalankan hingga kini, seperti upacara panen, adat pernikahan, dan ritual tolak bala, yang diiringi dengan tarian dan nyanyian tradisional. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan antarwarga.
3. Bahasa dan Seni Tradisional
Bahasa Dayak Lesan menjadi bagian penting dari jati diri masyarakat. Penggunaan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari dan kegiatan adat menjadi bentuk nyata pelestarian budaya. Selain itu, seni ukir, anyaman, dan musik tradisional seperti gendang dan suling juga masih diajarkan kepada generasi muda melalui kegiatan sanggar budaya.
4. Peran Generasi Muda dalam Pelestarian
Generasi muda Kampung Lesan Dayak kini mulai berperan aktif dalam menjaga budaya leluhur. Mereka mendirikan komunitas seni, mengikuti festival budaya, dan mendokumentasikan tradisi lokal melalui media digital. Dengan semangat ini, budaya Dayak Lesan tidak hanya bertahan, tetapi juga dikenal luas oleh masyarakat luar.
5.Dukungan Pemerintah dan BUMK
Melalui dukungan dari BUMK Kot In Tlau dan pemerintah kampung, berbagai program pemberdayaan budaya terus digalakkan, seperti pelatihan seni tradisional, pembuatan rumah adat, dan promosi wisata budaya. Kegiatan ini bertujuan agar budaya Lesan Dayak menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan tanpa kehilangan nilai-nilai adatnya.
6. Menjaga Warisan untuk Masa Depan
Pelestarian budaya adat bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga menyiapkan masa depan yang berakar pada kearifan lokal. Dengan semangat gotong royong dan rasa cinta terhadap warisan leluhur, masyarakat Kampung Lesan Dayak membuktikan bahwa kemajuan dapat berjalan beriringan dengan kelestarian budaya.